Selasa, 27 Desember 2016

Tetap Saja

Mencoba menjelaskan sesuatu kepada orang yang tidak menginginkan penjelasan itu adalah sesuatu yang sia-sia menurutku. Orang yang salah namun tidak merasa dirinya bersalah, tidak akan bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata. Apalagi orang salah yang tahu bahwa dirinya bersalah namun tidak ingin diingatkan tentang kesalahannya sehingga dia tidak mau mendengarkan penjelasan apapun apalagi memperbaiki kesalahannya, nah itu hampir-hampir tidak mungkin untuk bisa dijelaskan.

Mereka itu walaupun tahu dirinya bersalah, tetap saja mereka akan meyakini apa yang dilakukannya adalah benar. Mencoba menipu diri sendiri bahwa apa yang dilakukannya demi kebaikan, demi kebaikan siapa? Ya demi kebaikan diri sendiri. Nah terkadang, tindakan itulah yang melukai orang lain.

Namun, karena merasa sudah berhasil menipu diri sendiri bahwa tindakannya itu demi kebaikan, walau ada orang lain yang terluka karenanya, ada orang yang menderita karena tindakannya, tetap saja mereka tidak akan merasa peduli, apalagi bersimpati. Alih-alih berusaha memperbaiki kesalahan, mereka tetap saja akan menutup kesalahan dengan kesalahan yang lain yang menurut mereka adalah tindakan yang benar untuk dilakukan, sambil menutup mata, telinga dan hatinya rapat-rapat agar tidak perlu melihat orang-orang yang terluka karenanya.

Kombinasi orang yang anti sosial dan sifat merasa dirinya benar adalah kombinasi maut, dimana orang seperti ini, tidak peduli dengan orang lain, tidak pernah bersimpati kepada orang lain, tidak bisa diberi tahu bahwa mereka itu salah, tidak mau mengakui kesalahan, berbuat semaunya sendiri karena merasa benar, dan yang paling parah adalah, mereka akan memusuhi orang yang berusaha membuatnya sadar.

Mau benar atau salah, tetap saja segala perbuatannya akan dianggapnya benar.
Mau dijelaskan kesalahannya atau tidak, tetap saja mereka akan berbuat semaunya.

Yang namanya kesadaran diri itu mahal harganya, tidak sedikit orang yang tidak dikaruniai hal tersebut. Menyadari kesalahan, menyadari kekeliruan, apalagi menyadari bahwa orang bisa terluka karena perbuatan kita.


Pusing bacanya?ah well..i've been warning you ^^

0 komentar:

Posting Komentar

 
;